Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain.
Siklus belajar bersandar pada konstruktivisme sebagai dasar teoritisnya. “Konstruktivisme adalah model dinamis dan interaktif tentang bagaimana manusia belajar”, (Farza : 2014.). Sebuah perspektif konstruktivis menganggap siswa harus terlibat secara aktif dalam pembelajaran mereka dan konsep tidak ditransmisikan dari guru ke murid tapi dibangun oleh siswa. Model pembelajaran berdasarkan teori konstruktivisme salah satunya adalah model pembelajaran Learning Cycle (siklus belajar).
Model Learning Cycle 3E yaitu model pembelajaran yang berpusat pada pelajar. Learning Cycle patut dikedepankan karena sesuai dengan teori Piaget dimana teori belajar yang berbasis konstruktivisme. Model ini pertama kali dikembangkan oleh Robert Karplus dari Universitas California, Barkley tahun 1970-an.
Karplus mengidentifikasi adanya tiga fase yang digunakan dalam model pembelajaran ini yaitu
1. Preliminary exploration,
2. Invention, dan
3. Discovery.
Berkaitan dengan tiga fase dalam learning cycle, Charles Barman dan Marvin Tolman menggunakan istilah
1. Exploration,
2. Concept introduction, dan
3. Concept application.
Joseph Abruscato menggunakan istilah
1. Exploration,
2. Concept acquisition, dan
3. Concept application.
Sedangkan Edmund Marek menggunakan istilah
1. Exploration,
2. Term introduction, dan
3. Concept application.
Walaupun disebutkan dengan istilah yang berbeda, namun pada dasarnya mempunyai makna yang sama menurut Purwanti (2012). Model siklus belajar adalah model pembelajaran yang dilaksanakan dengan tiga fase, yaitu fase eksplorasi, pengenalan konsep, dan aplikasi konsep. Kegiatan pembelajarannya dilakukan baik secara individual maupun berkelompok. Namun, secara umum langkah-langkah pembelajarannya, meliputi :
1. Menyelidiki suatu fenomena dengan bimbingan minimal, untuk membawa siswa pada identifikasi suatu pola keteraturan dalam fenomena yang diselidiki (fase eksplorasi).
2. Mendiskusikan konsep-konsep yang berhubungan dengan fenomena yang diselidiki (fase pengenalan konsep).
3. Menyediakan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan konsep-konsep yang telah diperkenalkan untuk penyelidikan lebih lanjut (fase aplikasi konsep), (Wena : 2011).
Dibawah ini penulis memberikan contoh penerapan model Learning Cycle 3E dalam pembelajaran Kimia :
Referensi :
Tugas Model pembelajaran 2017

izin share ya
BalasHapusNJ casino, live sports betting on NJ's top casinos
BalasHapusThe state 전라남도 출장마사지 is on its 원주 출장샵 way toward legalizing sports betting, 속초 출장샵 which will be legal in 파주 출장마사지 the state of New Jersey beginning Oct. 2. 아산 출장샵 (Photo by David J. Lee/AP).