Mengenal Lebih Dekat Bapak Pencetus Teori Asam-Basa Arrhenius




Svante Arrhenius yang lahir pada 19 Februari 1859 memasuki sekolah katedral  
sejak usia 8 tahun dan lulus sebagai siswa termuda kemudian melanjutkan  
pendidikannya di Universitas Uppsala tahun 1876 dan indah ke Stockholm  
karena tidak puas dengan dosen Kimianya di Uppsala. 


Di Stockholm Svante Arrhenius mengambil pendidikan di Swedish Academy of 
Sciences tahun 1881di bawah bimbingan fisikawan Erik Edlund. Karena beasiswa perjalanan yang didapatkannya dari Swedish Academy of Sciences, Svante Arrhenius bisa kuliah dengan  
Ostwald di Riga (Latvia), di Würzburg Jerman bersama Friedrich Kohlrausch, dengan Ludwig Boltzmann di Graz, Austria, dan juga di Amsterdam dengan van 't Hoff. 

Pada tahun 1891 Svante Arrhenius menolak tawaran sebagai pengajar  
di Giessen, Jerman setelah Svante Arrhenius mengajar sejak tahun 1889  
Svante Arrhenius di Stockholm University College,tahun 1895 Svante Arrhenius  dipromosikan menjadi profesor fisika dan menjadi rektor di tahun 1896 dan juga menjadi dosen fisika di Stockholms Högskola tahun 1895.  
Setelah pensiun Svante Arrhenius mendapatkan  
undangan untuk menjadi guru besar di Berlin. 

Svante Arrhenius terlibat dalam pendirian Nobel Institutes dan  
Penghargaan Nobel,Svante Arrhenius juga terpilih sebagai anggota Royal  
Swedish Academy of Sciences pada tahun 1901,menjadi anggota  
Komite Nobel untuk bidang Fisika dan Kimia. 
Saat Nobel Institut berdiri di Stockholm untuk riset Fisika tahun  
1905 Svante Arrhenius diangkat sebagai rektor hingga pensiun 
pada tahun 1927. 

Selain itu Svante Arrhenius juga menerima beasiswa penelitian dari Royal  
Societ pada tahun 1910 danterpilih sebagai Anggota Kehormatan Luar 
Negeri Amerika Akademi Seni dan Ilmu Pengetahuan tahun 1912.  
Karena dedikasinya dalam perkembangan serta kemajuan fisika dan
kimia,tahun 1903 Svante Arrhenius menjadi orang Swedia pertama yang  
menerima Nobel Prize di bidang kimia kemudian tahun 1914  
Svante Arrhenius menerima medali dari Davy Society dan juga medali Faraday dari Chemical Society, selain itu Svante Arrhenius  juga menerima gelar kehormatan dari berbagai universitas seperti Universitas Birmingham,  
Cambridge, Edinburgh, Greifswald, Groningen, Heidelberg, Leipzig dan Oxford. 

Svante Arrhenius juga dikenal sebagai ilmuwan yang telah menulis buku-buku tentang fisika dan kimia, tahun 1900 mengeluarkan buku teori
elektrokimia berjudul robok i teoretisk elektrokemi, 1903 menerbitkan
buku tentang fisika kosmis Lehrbuch der Physik kosmischen, Theorien der
Chemie sebuah buku tentang teori kimia terbit tahun 1906 dan Theories of
solutions tahun 1918. Tahun 1919 bukunya tentang kimia dan kehidupan  
modern dengan judul Kemien och det moderna livet diterbitkan serta masih
banyak buku - bukunya yang terbit dan diterjemahkan dalam  berbagai bahasa
untuk acuan dalam mempelajari ilmu fisika dan kimia.

Dari seorang Arrhenius inilah, tercetus sebuah teori asam-basa Arrhenius.

* Teori Asam - Basa Arrhenius
Sejak berabad - abad yang lalu, para pakar mendefinisikan asam dan basa  
berdasarkan sifat larutannya. Larutan asam mempunyai rasa masam dan
bersifat korosif (merusak logam, marmer, dan berbagai bahan lain), 
sedangkan larutan basa berasa agak pahit dan bersifat kaustik (licin, seperti  
bersabun). Untuk menjelaskan penyebab sifat asam dan basa, sejarah
perkembangan ilmu kimia mencatat berbagai teori.
Pada tahun 1777, Antoine Laurent Lavoisier (1743-1749) mengemukakan bahwa asam mengandung 
unsur oksigen. Unsur itu yang dianggap bertanggung jawab atas sifat-sifat asam. Namun, pada tahun 1810, Sir Humphry Davy (1778-1829) menemukan bahwa asam hidrogen klorida tidak mengandung unsur oksigen. 
Davy kemudian menyimpulkan bahwa unsur hidrogenlah, dan bukan unsur  
oksigen, yang merupkan unsur dasar dari setiap asam. Kemudian pada 
tahun 1814, Joseph Louis Gay-Lussac (1778-1850) menyimpulkan bahwa 
asam adalah zat yang dapat menetralkan alkali dan kedua golongan senyawa itu hanya dapat 
didefinisikan dalam kaitan satu dengan yang lain.
Konsep yang cukup memuaskan tentang asam basa, dan yang tetap diterima hingga sekarang, 
dikemukakan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927) pada tahun 1884.





























Referensi :
https://www.merdeka.com/svante-august-arrhenius/profil/
(diakses 15 Februari 2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1 Agustus 1774 - Penelitian tentang Oksigen dipublikasikan

Kamu bernafas menghirup apa? Pertanyaan sederhana ini biasanya dijawab dengan dua jawaban, pertama menghirup udara, dan kedua menghirup ok...